Primordial tipikal Mahasiswa

jiwa yang sebenarnya di setiap macam-macam Mahasiswa (Kritis)

Didalam suatu kampus sudah menjadi rahasia umum mengenai tipikal-tipikal Mahasiswa yang beragam mulai dari yang bertipikal akademis, aktivis, hedonis, sampai yang apatis (bodo amat). Dan dari setiap tipikal ini mempunya primordial yang berbeda yang menjadikannya sebagai ciri khas dimasing-masing tipikal, yang itupun penulis sangat menghargai perbedaan itu.

Meski terdapat perbedaan disetiap tipikal-tipikal ini semua mahasiwa secara tegas harus kita garis bawahi semua tipikal-tipikal ini banyak beban yang harus di tanggung, yang salah satunya beban moral untuk menjaga kestabilan negara dan kesejateraan masyarakat, sehingga tidak dapat dijadikan alasan ketika perbedaan primordial dari tipikal-tipikal ini sebagai suatu perpecahan.

Adakalnya tipikal-tipikal ini saling simpangsiur dalam perspektif dan dalam praktiknya. Misal perspektif Mahasiswa akademis dalam bangku perkuliahan adalah Mahasiswa yang mengejar predikat keilmuan eksakta dengan melakukan pembelajaran dan diskusi didalam kelas. Dan hal ini sangat kontroversial dengan perspektif Mahasiswa apatis dalam bangku perkulihan karena, bagi Mahasiswa apatis adalah Mahasiswa itu bukan tentang pridikat dari keilmuan yang terdapat didalam kelas, tetapi menjadikan ruangnan kelas hanya sebagai sarana menunaikan kewajibannya saja sebagai Mahasiswa untuk pembelajarannya kita bisa melakukan diluar kelas.“sekedar masuk kelas, intinya masuk saja meski cuman tidur dikelas dan mereka lebih suka belajar di luar kelas”.

Dari dua perpebedaan perspektif diatas setidaknya ada gambaran dimana sisi persamaan dan perbedadannya. Persamaan dari kedua tipikal ini mereka sama-sama mahasiwa dan sama-sama belajar, dan perbedaanya yang satunya semangat belajar didalam kelas dan yang satunya semangat belajar diluar kelas.

Belajar didalam kelas ataupun di luar kelas itu seebenarnya sama saja, yang penting belajar. Dan jika dalam belajar ada rasa malas itu it’s okay saja, karena penyebab dari mahasiswa semangat dan tidaknya dalam belajar, salah satu penyebabnya karena cara belajar yang berbeda.

Dan tujuan dari pembelajaran yang dilakukan mahasiswa ini adalah mahasiswa dapat mengasah pola pikir yang kritis yang nantinya pola pikir yang kritis ini dijadikan primodial dari tipikal-tipikal mahasiswa. Baik pembelajaranya dengan membaca buku, berdiskusi di ketika di dalam kelas ataupun diluar kelas.

Membaca buku, baik membaca buku yang linier dengan prodi ataupun membaca buku yanng diluar dari buku-buku  yang tidak linier dengan prodi. Penulis disini menyarankan dua tehnik dalam membaca:

1.      Membaca dua macam buku dalam target yang bersamaan. Misal dalam sehari membaca dua buku (jam 7.00 membaca buku yang linier dengan prodi dan dijam selanjutnya membaca buku yang tidak linier dengan prodi) yang dimaksud buku yang linier atau tidak linier dengan prodi semisal, anak prodi hukum membaca buku tentang cara mendidik anak, sisi positif dari tehnik ini yang pertama, ini akan membantu mahasiswa dalam berpikir tidak hanya menggunakan satu kacamata saja. Kedua, dapat membantu mahasiswa tidak cepat bosan dalam membaca. Ketiga, dapat menigkatkan daya konsentrasi mahasiswa lebih kuat, yang dikarena dalam membaca dua buku pembahasannya berbeda. Dan dalam perpindahan pembahasan ini yang akan membuat konstrasi mahasiswa akan lebih kuat. Namun kekurangan dari tehnik ini adalah membutuhkan waktu membaca yang cukup lama dari pada membaca satu buku.

2.      Membaca satu buku, dalam tehnik membaca satu buku ini sangat siginifikasn perberbedanya, karena dalam tehnik ini mahasiswa diharuskan memilih buku apa yang akan dibaca, apakah buku yang linier dengan prodi, atau buku yang tidak linier dengan prodi. Dalam tehnik ini untuk sisi positifnya yang diantaranya, mahasiswa akan lebih fokus dalam mengkaji, memahami isi buku tersebut.

Dan harapan penulis di sini para mahasiswa dapat mampu mengoptimalkan pola pikir yang kritis sehingga dapat menjadi mahasiswa yang sebenarnya mahasiswa yakni adalah mahasiswa yang berprimordial (pola-pikir yang kritis) yang dapat melihat terhadap suatu problem dengan banyak arah, dan mampu untuk menganalisa lingkungan sekitar demi kestabilan dan kesejahteraan maysarakat.

Untuk lebih jelasnya download file disini