Saatynya GmnI Melakukan Internalisasi terhadap Nilai-nilai Marhaenisme. 

Mengutip dari berbagai literatur GmnI lahir pada tanggal 23 Maret 1954 dan awal mula lahirnya GmnI adalah di fusi dari tiga Organisasi yang berbeda. Tiga organisasi yang di maksud adalah:

  1. Gerakan Mahasiswa Marhaenis berpusat di Yogyakarta.
  2. Gerakan Mahasiswa Merdeka berpusat di Surabaya.
  3. Gerakan Mahasiswa Demokrat Indonesia berpusat di Jakarta.

Yang menjadi penyebab di fusi dari tiga organisasi ini karena mempunyai kesamaan ideologi, yakni Marhaenisme. Marhaenisme adalah ideologi yang digagas oleh Bung Karno sebagai ideologi perjuangan bagi masyarakat yang tertindas (marhaen) oleh sistem kapitalisme imperialisme, feodalisme dan kapitalisme.

Namun sangat disayangkan pada hari ini GmnI yang dulunya dari tiga Organisasi menjadi satu organisasi karena kesamaan ideologi. Kini GmnI terpecah belah menjadi tiga poros. Ntah faktor kepentingan dari pihak mana saja yang menjadikan GmnI ini terpecah belah menjadi tiga poros. Seharusnya berangkat dari historis GmnI itu sendiri tiga organisasi yang menjadi satu karena kesamaan ideologi yakni Marhaenisme. Maka perpecahan GmnI saat ini harus bersatu kembali dengan alasan yang sama, yakni Marhaenisme.

Terhitung sejak 2019 hingga sekarang 2025 GmnI sudah terpecah belah, yang awalnya di tahun 2019 terpecah menjadi dua poros sekarang menjadi tiga poros. Dan tidak mungkin dengan terpecahnya GmnI saat ini tidak dapat maksimal untuk implementasi terhadap nilai-nilai Marhaenisme dan tidak mungkin GmnI dapat maksimal untuk memperjuangakan hak-hak kaum Marhaen.

Yang dijadikan pertanyaan dari keadaan GmnI saat ini adalah “Apakah kader-kader GmnI ini tidak malu dengan keadaan organisasi GmnI saat ini.? Dimana tanggungjawab kader-kader GmnI terhadap oragnisasinya.? Siapa yang menjadi dalang dari perpecahan ini.? Jikalau memang ada dalang, apakah kader GmnI akan tunduk pada dalang yang sudah memecah-belah GmnI ini.?”

Maka dari itu dengan kerendahan hati, besar harapan penulis terhadap para kader-kader GmnI untuk bersama-sama meng-internalisasi nilai-nilai Marhaenisme dan segera mengembalikan GmnI pada fitrahnya yakni mempejuangan hak-hak marhaen, dan segera melakukan persatuan dengan alasan ideologi yang sama (MARHAENISME).

Sudah bukan waktkunya untuk saling menyalahkan, mari saling merangkul demi terciptanya persatuan di dalam organisasi GmnI.

Merdeka!!!

GMNI Jaya!!!

Marhaen Menang!!!

download versi pdf